RSS

Berpuasa Romadhon Tetapi Meninggalkan Sholat

27 Jul

puasatapiBerpuasa Romadhon Tetapi Meninggalkan Sholat…??

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullaah berkata di sela-sela ceramah beliau, “…dan sesungguhnya pada kalangan manusia terdapat kejadian mengherankan yang tak kunjung hilang, di mana anda mendapati sebagian orang sangat bersemangat untuk menjalankan ibadah puasa, akan tetapi mereka tidak bersemangat dalam menjalankan ibadah sholat, bahkan sampai kabar kepadaku bahwa sebagian manusia menjalankan puasa namun tidak mengerjakan sholat.
Dan sesungguhnya saya menjadikan Allah sebagai saksi bahwa orang yang berpuasa namun tidak sholat, maka puasanya bathil dan tidak diterima, berdasarkan apa yang saya ketahui dari dalil-dalil Al-Quran dan As-Sunnah serta perkataan para Shahabat dan pendapat/pandangan yang benar, yaitu bahwa orang yang meninggalkan sholat adalah kafir dengan kekufuran yang mengeluarkannya dari agama Islam. Dan apabila dia telah kafir dengan kekufuran yang mengeluarkannya dari Islam, maka tidak akan bermanfaat baginya puasanya, sedekahnya, hajinya, dan tidak pula amal-amal sholih lainnya, Allah berfirman,

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” {QS. Al-Furqon:23}

Dan di dalam ayat yang lain Allah ta’aala juga berfirman,

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya, melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RosulNya.” {QS. At-Taubah:54}

Nafkah yang manfaatnya bisa menjalar tidak akan diterima apabila datang dari orang kafir, padahal manfaatnya menjalar, maka bagaimana halnya dengan ibadah yang menfaatnya hanya untuk sendiri seperti puasa? Benar, sesungguhnya puasanya tersebut lebih berhak untuk tidak diterima.”

{Lihat Durus wa Fatawa fii Al-Harom Al-Makki, hal.35. Dikutip (dengan sedikit diberi prolog) dari “Irsyad As-Salikin Ila Akhtho’ Al-Mushollin” Asy-Syaikh Abu Ammar Mahmud Al-Mishri. Edisi terjemah; Kesalahan-Kesalahan Umum Dalam Sholat. Penerbit Darul Haq.}

 
Leave a comment

Posted by on July 27, 2013 in Information

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: