RSS

Kisah jam Tangan

31 Jul
Ada sebuah cerita, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Merasa pesimis tidak mampu menyelesaikannya.Tidak percaya dengan potensi diri yang dimiliki.

Karena banyaknya hal yang kita pikirkan kita jadi takut memulainya, karena kita mempertimbangkan 31,104.000 persoalan dan kesulitan dan masalah yang bakal kita hadapi, kita tidak berani mencoba. Tapi kalau kita mau sadar kita hanya perlu melakukan satu hal saja saat ini, maka kita akan lebih berani melakukannya.

Sebenarnya ketika sudah menjalankannya,dan berusaha menyelesaikannya,kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Terkadang seseorang tidak mengetahui potensi diri (kemampuan, bakat, skill) yang ada pada dirinya, justru orang lain yang dapat melihatnya. Contoh saja, seorang pemimpin biasanya dapat mengetahui seberapa besar potensi yang dimiliki anak buahnya,sehingga pemimpin tersebut tahu tugas2 apa yang mampu didelegasikan kepada anak buahnya, sedangkan anak buahnya sendiri masih ragu-ragu terhadap potensi yang dimilikinya.

Cobalah kenali potensi diri anda lebih dalam, kemudian manfaatkan potensi tersebut dengan semaksimal mungkin. Dan yang terpenting, jangan memikirkan terlalu banyak, jalani saja sedetik ini, dan mengalir terus menuju sukses anda. Jangan berkata “tidak” sebelum anda mencobanya.

 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2013 in Inspire

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: