RSS

3 KESALAHAN KETIKA SHOLAT BERJAMAAH Via @ayu_k_ayu

24 Aug

Salah satu dari syiar Islam adalah shalat berjamaah, yaitu shalat yang dikerjakan dengan bersama-sama, dengan menunjuk satu orang sebagai imam (pemimpin shalat) dan lainnya menjadi makmum.

Keutamaan shalat berjamaah ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Shalat jamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan terpaut dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari Muslim)

Namun sering kita melihat ada beberapa kesalahan yang dilakukan ketika melaksanakan shalat berjamaah. Diantaranya adalah:

Pertama, seorang makmum mendahului gerakan imam.

Dijadikannya imam dalam shalat berjamaah adalah untuk diikuti, maka makmum tidak dibenarkan untuk mendahului gerakan imam.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya disebutkan…

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, merasa takut sekiranya Allah mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau Allah menjadikan rupanya sebagai rupa keledai.”

Kedua, makmum yang jumlahnya satu berdiri di belakang imam atau di samping kiri imam.

Apabila shalat jamaah hanya terdiri dari dua orang (hanya ada imam dan satu makmum), maka posisi makmum adalah di samping kanan imam, bukan di kiri imam atau di belakangnya. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Abdullah bin Abbas ra, dia berkata :
“Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah. Lalu Nabi SAW shalat pada sebagian malam, lalu aku berdiri di samping kiri beliau. Maka beliau memegang kepalaku dan mendirikan aku di sisi kanan beliau.” (HR. Bukhari Muslim)

Ketiga, tidak mengucapkan aamiin ketika imam membaca aamiin.
Tidak ada alasan malas bagi makmum untuk mengucapkan aamiin ketika imam mengucapkan aamiin (setelah bacaan al-fatihah).

“Dari Abu Huraurah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‘Jika imam mengucapkan ‘aamiin’, maka ucapkan pula ‘aamiin , karena barangsiapa yang mengucapkan ‘aamiin’ bersama-sama dengan ucapan ‘aamiin’ para malaikat, maka diampuni di antara dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhari Muslim)

Doa Al-Fatihah merupakan doa yang paling baik dan paling bermanfaat. Karena itu disyariatkan bagi orang yang shalat, baik imam maupun makmum, berjamaah atau sendirian, untuk mengucapkan “aamiin” sesudahnya, karena ucapan “aamiin” merupakan pembawaan doa.

Hadits di atas juga menunjukkan keutamaan ucapan “aamiin” dan ia menjadi sebab pengampunan dosa. Tapi menurut ulama, pengampunan dosa ini khusus berlaku untuk dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar harus dilakukan dengan tobat.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk-Nya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dalam shalat.

Wallahu a’lam bishshawab.

 
Leave a comment

Posted by on August 24, 2013 in Information

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: