RSS

Ranjang Fir’aun dan Ranjang Rasul via @mjwj_jakarta

23 Oct

Ranjang Fir’aun dan Ranjang Rasul

(Tadabbur surat At Tahrim ayat 10-11)

Oleh Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo

Kadang-kadang kita menjadikan lingkungan sebagai alasan yang menghalangi kita untuk mendapat hidayah dan berbuat kebaikan serta menjadi orang baik.

Sementara istana, bahkan ranjangnya Fir’aun menghasilkan seorang perempuan yang menjadi salah seorang dari empat wanita utama yang mencapai kesempurnaan. Bahkan dialah perempuan pertama yang sampai kepada derajat sempurna.
Rasulullah bersabda: “Banyak di antara laki-laki yang sampai k

epada kesempurnaan, dan tidak ada yang sampai kepada kesempurnaan dari perempuan kecuali Asiah istri Fir’aun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid….”

Rasulullah juga bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

“Perempuan ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiah binti Mazahim istri Fir’aun”.

Asiah istri Fir’aun menjadi perempuan percontohan yang menjadi tauladan bagi seluruh perempuan sepanjang zaman. Bahkan juga tauladan bagi laki-laki dalam keteguhan iman.

Allah berfirman dalam surat At Tahrim 11:

“Dan Allah membuat istri Fir’aun percontohan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”.

Di samping itu ada lagi seorang perempuan tauladan dalam keteguhan iman keluaran istana Fir’aun, yaitu Masyithah (tukang sisir rambut putri Fir’aun), yang digoreng oleh Fir’aun bersama seluruh keluarganya. Yang kuburannya mengeluarkan bau harum dan kecium oleh Rasulullah wanginya di malam Isra’ dan Mi’raj.

Masih ada lagi tauladan bagi laki-laki keluaran istana Fir’aun, bahkan masih tergolong keluarganya. Kebengisan dan zalimnya Fir’aun tidak menghalanginya untuk memperoleh hidayah dari Allah.

Allah berfirman dalm surat Ghafir 28:

“Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah? Padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang yang pendusta maka dialah yang menanggung dosa dusta itu, dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian bencana yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu….”

Dari kenyataan ini, tidak ada alasan bagi kita untuk menyalahkan lingkungan untuk tidak berbuat baik dan menjadi orang baik. Betapa beratnya lingkungan yang dihadapi oleh orang-orang yang sudah diabadikan oleh al Qur’an tentang keteguhan imannya. Karena itulah mereka pantas menjadi tauladan bagi umat manusia yang datang sesudahnya.

 
Leave a comment

Posted by on October 23, 2013 in Information

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: